Cerita ini dari tanah melayu dan saat itu aku sedang menyendiri, sepi di tengah-tengah keramaian (udah kayak ali topan ya gw)
halah
nah saat kerumunan teman-teman sedang sibuk melaksanakan tugasnya aku pun selesai dengan beberapa puluh pekerjaan yang membosankan. Akhirnya muncul secercah cahaya mengawur di dalam pikiran ini yang sangat sulit untuk di tolak kehadirannya saat seorang cewek cantik berpakaian modis menghampiriku membawa segepok kalung permata yang sarat dengan corak etnis yang memang menggiurkan seperti permata yang diambil dari gunungan barang-barang murah lagi diskon. Wow
dengan ngawur setengah mati karena suntuk sehingga aku mengabaikan implementasi customer service yang setiap minggu selalu dielu-elukan saat meeting,
saat dya menjulurkan puluhan barang itu dengan tangannya yang menawan, aku pun bertanya
‘mau dijual lagi ya mbak?’
dia tertawa sambil memberikan pukulan kecil ke bahuku ternyata dia tidak tahan menanggapi pertanyaanku yang muncul dari lubuk hati paling dalam itu dan aku pun terdiam bingung menyaksikannya. Setelah beberapa saat aku sadar rupanya yang ada dipikirannya adalah ‘masak aku dibilang mau jual lagi barang-barang murah ini’ udah kayak tengkulak aja, hehehehe
kontras banget sama modisnya aku.
Hehehehe. Abang ini bisa aja loh..,
kesan pertama begitu menggoda.
gubrak.